Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

About

Kumpulan Cerpen

PERSAHABATAN YANG MEMBINGUNGKAN
Cerpen Nurul Aini

Cerita ini dimulai, saat aku baru masuk SMA. SMA masa-masa yang kata orang masa yang paling menyenangkan dan itulah kenyataannya. Semenjak aku masuk SMA, aku harus ngekos dan disini aku tinggal bersama teman dan sekaligus sahabatku. 

Dan disini aku juga punya teman yang bersebelahan dengan kos kami. Hari pertama tinggal bersama, kami merasa cocok semua pekerjaan kami lakukan bersama tetapi lama-kelamaan sifat sahabatku menunjukkan perubahan yang sangat drastis. Awalnya, segala sesuatu  kami lakukan bersama tetapi terkadang tidur, makan dan belajar dia lakukan di kos sebelah. 

Aku mengira dia mungkin ingin tinggal bersama dengan temanku itu. Semenjak itu, aku selalu melakukan segalanya sendiri. Terkadang ada perkelahian yang membuat kami harus saling menjaga ego masing masing. Pernah suatu ketika kami bertengkar hebat saat itu memang aku yang bersalah. Ceritanya begini, malam itu dia belajar dan makan di kos sebelah  dia bolak balik dari kamar kami ke kos sebelah karena dia sedang memasak nasi. 

Dan saat itu, aku mengunci pintu karena aku akan tidur. Dan saat itu dia masuk, sebelum ia keluar ia berpesan dengan nada yang agak tinggi supaya tidak menutup pintu. Tapi, karena menunggu terlalu lama dan juga aku sudah mengantuk akupun mengunci pintu. Aku mengira dia akan menginap di kos sebelah seperti biasa tapi ternyata tidak. Tepatnya pukul 10 malam dia membangunkanku dengan menggedor pintu keras-keras. Aku sempat mendengar dia di tegur oleh bapak kos kami karena terlalu ribut dan mengatakan,
”mungkin temanmu sudah tidur karena dia mengira kamu akan tidur di kamar sebelah”. 

Dan akhirnya, akupun terbangun dan langsung membukakan pintu. Saat itu, dia memarahiku tapi tidak dengan nada yang keras istilahnya “ngerumun” aku merasa sangat bersalah. Malam itu, aku tidak bisa tidur karena kepikiran atas peristiwa malam itu. Peristiwa malam itu awal dari pertengkaran kami. Setelah peristiwa ini, dia menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun karena aku merasa sangat bersalah dan akupun pura pura tertidur. 

Pagi harinya, kami saling menyapa pun tidak, apalagi berangkat sekolah yang semula kami lakukan bersama. Selama pertengkaran ini, aku bersama dengan seorang teman, seorang anak SMP?. Aku melakukan segala sesuatu bersama dia, tapi itu berlaku saat aku berkelahi dengan sahabatku saja terlepas dari itu kami biasa biasa saja. Bukan, berarti aku melantarkan teman. Selama kami bertengkar aku sering mendengarnya menangis tapi aku tidak berani menegur atau melakukan apapun soalnya aku takut membuatnya marah. Pernah suatu malam saat dia sedang mencuci dia menegurku,”kamu kenapa sihh,,, maaf atas perbuatanku selama ini memang kalau aku lagi marah aku tidak bisa mengontrol mulutku ”, katanya. ” tidak apa-apa ini memang semua salahku,” jawabku. Semenjak malam itu kami pun berbaikkan, sifat sahabatku mulai berubah seperti semula. Semenjak itu, dia selalu mengerjakan apapun bersamaku seperti pertama kali kami tinggal bersama. Dan mulai saat ini, aku akan menjaga persahabatn ini. 

Aku akan lebih mengerti semua sifat sahabatku dan allhamdulillah sampai saat ini kami tidak mempunyai masalah. 
Mudah mudahan ini bertahan sampai akhir hayat kami.

maaf kalau ceritanya kurang bagus,,soalnya baru bisa ngebuat cerpen......!
Hehehe,,,,semoga bermanfaat!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 Pelangi Indah Di Matamu

2 PELANGI INDAH DI MATAMU
Cerpen Rizki Novianti

Titik demi titik air hujan menetes di jendela kamar ku.. menatap langit yang kusam tak ada bedanya dengan perasaan ku kini. Tak ada senyum, tawa, dan bahagia seperti alam yang menangis hati ku pun menangis. ku tunggu hingga hujan mereda sampai tak sadarkan diri aku pun terlelap di kaca jendela.

Aku berjalan menuju lorong kelas, di ujung lorong ku lihat si pujaan hati. tersunggingkan sedikit senyum di raut wajahku tapi sayang ia tak melihatku menatapnya. kadang aku selalu berangan-angan dapat menyentuh wajahnya, melihat senyumnya, dan tertawa bersamanya tapi ku tahu itu hanyalah khayalan mimpi yang tak akan pernah jadi nyata karena aku mungkin bukan orang yang pantas dengannya ia pintar dan menarik perhatian sehingga banyak orang yang menyukainya. tapi kadang kulihat ia berbeda penyendiri dan kadang bersikap dingin.

kesedihan yang tak pernah berakhir hanya dapat melihatnya dari jauh dan selalu berangan-angan berharap dirinya dapat menyambut tapi nikmati saja aku yakin suatu saat keajaiban akan datang. Fikirku.
   
Kulanjutkan langkah menuju kelas tempat ku belajar dan bercanda ria bersama teman-teman. Ku lihat dari kejauhan sesosok berperawakan tinggi, ramput model cepak, dan berkaca mata sedang bersandar di depan pintu kelas. sesekali matanya celingukan seperti mengawasi sesuatu dan ternyata GUBRAAAKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!  Sosok itu Boim sahabat sejak aku masih sekolah dasar.

Ku datang menghampiri dan mengagetkannya .
“hayyooo... lohh Boim.. !!!!!!!!!!!!!” Boim terkejut menepuk dadanya beberapa kali dan menelan ludah.
“ahhh.... ello zye, gue kirain si mona..”
“ciiiieeee.. nunggu mona nii yee.. pritikiw.. !!” kata ku meledek.
“pritikiw.. pritikiw yang bener tuu prikitiw tau..” jelas boim membenarkan.
“iya..iya terserah, gue kan gak bisa bilang prikitiw.”
“nahh.. itu loe bisa??” tanya boim heran.
“itu kan Cuma contoh.. im.” Jawabku tak mau kalah.
“sumpah daaah dasar loe ratu GJ.” Cela boim.

Dasar boim-boim. aku masuk ke dalam kelas, boim mengikuti ku dari belakang kayak kebo ngikutin emaknya, kemudian boim duduk di sebelah. ku simpan tas punggung ku di atas meja dan menyanggahkan lengan untuk sandaran kepala yang menghadap ke arah boim. dengan spontan aku bertanya pada boim.
“ehh.. im kalo menurut loe nii yaa gue kayak gimana sii ??”
“dibilang kayak monyet loe udah turunan nya kali, di bilang kaya kebo mungkin.. bisa juga hheheheh.” Jawab boim cengengesan.
“ahh itu sii elo monyet, keluarga loe ajja di ragunan. Serius im menurut loe gue kayak gimana terus gue cantik apa enggak??” tanya ku pede.

Boim tersenyum kecil dan menjawab.
“loe perfect kali loe sahabat gue yang paling baik, pinter, dan loe juga cantik.. tapi hati-hati... ” belum sempat boim melanjutkan pembicaraannya aku langsung memotong.
“hati-hati apa im??” tanya ku penasaran.
“tapi hati-hati idung loe kembang kempis.. mentang-mentang udah gue puji kayak gitu.. hhahahahahaha.” Boim tertawa puas di depan ku..
“dasar loe GJ.” Celaku.
“mungkin gak siih im dia suka sama gue??” sambung tanya ku pada boim.
“ooh.. jadi si mr.cool itu?? Ehmm gue gak tahu lain kali aja bahasnya.” Sambil membalikan badan ke arah lain.
“lho.. xo gitu sii im??”

Aku heran kenapa setiap kali aku menanyakan si mr.cool itu pada nya boim seperti menghindar tak ingin dengar. apa yang ada di fikirannya tak pernah mengerti. huuuph hari ini hujan lagi aku berharap pada akhirnya akan ada pelangi yang senantiasa memberi warna pada alam yang selama ini terlihat kusam.

Bel pulang berbunyi “treng..treng..treng” semua murid dan teman-teman ku bersiap-siap dan bergegas untuk pulang termasuk aku. kali ini aku disuruh untuk membawakan setumpuk buku ips ke ruang guru, sambil berjalan  aku tidak melihat ke depan akhirnya aku menabrak seseorang  dan semua buku berjatuhan..
“sorry.. gue gak sengaja.”kata ku Sambil membereskan semua buku.
“gak apa-apa xo zye.. gue bantu yaa.” Terdengar suara tapi tak kutahui siapa dia.

Sepertinya aku kenal suara itu perlahan ku lihat wajahnya.
“sammy..”

Tak di sanggka orang yang ku tabrak mr.cool.
“thankz yaa..”
“iya sama-sama .” jawab sammy sambil tersenyum..

halllaaaaah... mimpi apa ini?? Sekarang dia senyum.. batin ku kegirangan.

Bibir ku tak dapat berucap dan aku juga tak tahu apa yang ingin aku katakan. Hari yang membuat ku senang, tapi bagaimana dengan boim sejak tadi aku tak melihat nya lagi. Dag..dig..dug.. jantung ku berdegup kencang aku merasa ini hanya mimpi atau khayalan tapi semakin aku menatapnya semakin aku percaya ini adalah kenyataan.
“gue suka merhatiin loe dari dulu, tingkah kocak loe sama boim, liat loe ketawa-ketiwi.. boim pasti seneng punya sahabat kaya loe..” kata sammy.

Wajah ku memerah tersipu malu.
“hhehehehe.. serius loe?? Boim emang sahabat gue dari jaman gue masih ingusan ampe sekarang udah mau jenggotan... hhehehe” tembalku sambil cengengesan.

Aku dan sammy tertawa puas menceritakan tingkah konyol boim..

Tak terasa waktu berlalu. semakin lama semakin dekat dengan sammy. disatu sisi aku senang tapi disisi lain aku merasa kehilangan. Kehilangan sahabatku yang selama ini selalu menemani kemanapun aku pergi, memberikan aku semangat, dan lelucon. Boim sekarang menjauh, setiap kali sms tak pernah di balas, kalau pun bertemu kadang selalu membalikan badan, menundukan kepala, memalingkan wajah, pura-pura tak melihat.. apa yang ada di fikirannya???.

Aku benar-benar marah, kenapa seperti ini?? Aku menarik tangan Boim dan berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya.
“im.. gue mohon loe jangan kayak gitu, sekarang loe udah beda.. mana boim yang dulu waktu loe senyum.. mana boim yang yang selalu bikin gue semangat?? Dulu kita suka bareng-bareng tapi sekarang gue kehilangan loe..”
“kehilangan?? Bukannya loe baru dapet kebahagiaan sama pujaan hati loe itu???” jawab boim dengan cetus.
“jadi hanya karna itu?? Loe berusaha menjauh dan menghindar?? Tapi kenapa sii im??” tanya ku sambil memegang erat tangan boim.
“sorry zye.. gue gak mau ganggu hubungan loe sama sammy. gue gak mau jadi orang ketiga diantara loe berdua. Jadi gue harap loe bisa bahagia sama pujaan hati loe..” boim melepaskan tangan ku dari tangan nya dan kemudian pergi meninggalkan aku.

Boim selalu ada di dalam fikiran ku setiap detik, setiap menit, setiap waktu. aku baru menyadarinya sekarang ternyata boim sangat berarti untuk ku tanpanya terasa sepi. aku merasa hampa dalam kesendirian ku. aku menangis berharap akan ada malaikat datang mengibur. tapi malaikat tak bersayap itu pergi menjauh dari ku dan membuat ku semakin sedih. Setiap hari tak ada semangat, tak ada senyum di wajah ku, wajah murung tak ada gairah yang terlihat. setiap hari ku menyendiri di mushola sebari menenangkan hati dan fikiran.

Tanpa di sadari boim selalu memperhatikan ku dari jauh mungkin dia dapat merasakan perasaan ku saat ini tapi dia selalu diam seolah dia memang tak peduli tapi aku percaya boim akan kembali lagi meskipun harus menunggu.
***

Aku datang ke tempat yang selalu membuat ku merasa damai . Suatu saat nanti aku ingin mengajak seseorang ke sini, seseorang yang ku sayang, seseorang yang istimewa untukku.

Di sekolah. teman–teman ku terus saja mengeluh karena wajah ku selalu kusut hoalllaaaah. Aku berfikir sejenak “bener juga yaa... aku jangan sedih-sedih terus aku yakin dan percaya waktu aku sedih di ujung bahagia pasti akan menanti.”

Hari ini ku awali pagi dengan senyum melebar dengan semangat Rezye. Aku berdiri di atas batu yang sangat besar ku teriakan keinginanku “AKU INGIN DIA KEMBALI, AKU INGIN SEPERTI DULU, TUHAN TOLONG AKU KABULKAN KEINGINANKU SAAT INI JUGA DAN UBAH INI HANYA SEBUAH MIMPI.”

Saat ku pejamkan mata, meresapi, menghayati, merasakan yang ku rasa dan ku lihat kosong yang ku dengar hanya suara air hujan semakin terasa perlahan-lahan kubuka mata dan yang terjadi... “selama ini aku ketiduran... Ohh My”

Aku segera bergegas pergi menuju rumah Boim dengan mengendarai sepeda motor.
“Boim...Boim...Boiiimmmm.” teriak ku di depan rumahnya.
“Wooiii... gak usah teriak-teriak kali gue juga denger.” Sambil menggesekan mata.
“Im... ikut yuu.” ajak ku pada boim
“kemana zye??” tanya boim heran
“udah lah.. ikut aja gue juga gak bakalan ngapa-ngapain loe xo.” jawab ku memastikan
“serius nii.. ikut gak yaa?? Awas loo kalo macem-macem.” boim meledek
“cepedakh... siapa juga yang mau ngapa-ngapain loe gak nafsu juga kali...” kata ku.

Aku mengajak Boim ke tempat itu. aku ingin memperlihatkan sesuatu yang indah. Dengan semangat, ku tancap gas sepeda motor ku sampai melaju dengan kencang. Boim yang ketakutan memeluk erat pinggang ku dan bersandar di punggungku, sampainya di tempat tujuan aku menggandeng tangan Boim.
“Im ... loe tau gak?? Kalo gue sedih, gue punya banyak masalah gue dateng ke sini. Di sini gue tenang, disini banyak inspirasi hidup dan motivasi untuk tetap tegar. Gue tau setiap kesedihan pasti akan ada bahagia, di balik gue gagal pasti akan ada keberhasilan.” Boim tersenyum kecil.
“semua itu pernah gue alami im. waktu gue seneng, sedih, gue pernah merasakannya.” Timpal ku lagi.
“ ehh...zye liat dehh” kata boim sambil menunjukan telunjuk ke depan.

Pelangi perlahan-lahan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu muncul dari bawah hingga puncaknya terlihat jelas. pelangi yang senantiasa memberi warna saat alam sedang terlihat kusam, memberikan keindahan dan ketentraman bagi mahluk sekitarnya begitu pun aku dan Boim.
“im... ada pelangi... tapi kali ini gue liat 2 pelangi. pelangi yang akan selalu abadi dan tersimpan utuh di dalam hati. Gue yakin pelangi itu gak akan pernah pudar untuk selamanya...”

Sekarang dan untuk selamanya untuk selamanya aku tak ingin lagi kehilangan Boim sahabat yang aku sayang sampai kapanpun kita akan selalu bersama karena Tuhan selalu ada untuk kita.. YOU AND ME FRIENDSHIP 4EVER...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kumpulan cerpen sahabat

AKU CINTA SAHABATKU
Oleh NN

Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego. 

Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan.  

"Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang sedang kunaiki. Ya ampun, aku ngelamunin dia lagi... Apa yang terjadi sama aku? Masa aku baru aja ngelakuin hal bego kaya gitu? Hal yang mungkin ngebuat orang lain ngakak di atas penderitaanku. 

"Awww.... Sakit banget kaki aku..." sebenarnya aku tau di taman ini ga ada orang lain selain aku, tapi kok aku ngerasa ada suara ketawa yang kejam? Hiiyyy, jangan-jangan....... 

"Huaaaa", aku berteriak kencang saking kagetnya. Baru kali ini aku denger suara hantu, ternyata suaranya tuh kaya manusia banget yah.  

"Ya ampunnn, ini Kayla? Ahaha, aku ngga nyangka banget bisa ketemu kamu di sini, Kay", kata suara itu. Haaaaa..... Salah apa aku bisa ketemu hantu di sore hari yang indah ini, ternyata hantu itu serba tau yaaa, masa dia juga tau nama aku, terus ya iya dia seneng bisa ketemu manusia bernama Kayla ini di taman terus nakut-nakutin dia, sementara aku...? 

'Tuhan tolongin aku Tuhan, bawa aku ke tempat yang aman, ke atas pohon boleh deh, asal aku ga usah ngeliat ni hantu gitu, ngga usah tatap muka sama diaaa.... Aku takut hantu....', doaku dalam hati. Tapi kayanya itu cuma jadi mimpi soalnya aku masih di bawah pohon, di deket ayunan kuning ini.... Suara langkah kaki itu semakin deket lagi... 

"aaaaaaa, jangan bunuh aku, mas hantu, aku masih belom punya pacar, masih banyak dosa sama mama sama papa... Pleaseee dong mas hantu, biarin aku hiduppp", teriakku sejadi-jadinya.  "Hahahahaha Kaylaa-Kaylaa... Kamu tuh yaa ngga di dunia asli, ngga di chat, sama aja: PENAKUT! Hahaha, ini aku, Mike..." kata suara itu... 'Mike siapa' kataku dalam hati.... 'Mike??? Hah, cowo itu? yang sedari tadi aku pikirin? Cowo yang ngebuat aku jatuh memalukan dari ayunan? hahaha, ngga mungkin ah', kataku sembari membalikkan tubuhku ke arah suara itu berasal. Hwaaa, wajah itu membuat hatiku bergetar hebat. 

Ternyata itu beneran Mike ya Tuhan!  Seketika lidahku tak bisa berkata-kata, 'kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku', gitu kalo kata sm*sh! aduh apa apan aku ini, di saat seperti ini aku masih bisa mikirin boyband asal Bandung favoritku itu... kembali lagi dong ke dunia nyata. "Hah, kamu beneran Mike?" kataku, memandang wajah dia yang berdiri di sebelahku sambil mengulurkan tangan, membantuku berdiri. 

"Ya iyalah emang kamu mikir aku ini hantu yang tau nama kamu? Hahaha", kata Mike seolah dapat membaca pikiranku. "Hehehe, ya kirain sih", kataku, menyambut uluan tangannya.  Baru kali ini aku melihat wajah aslinya, ternyata lebih cakep dari fotonya, ngebuat hati aku cenat cenut. 

Kami mengobrol banyak di taman sambil menikmati matahari yang dengan malu-malu ke tempat asalnya. Senja itu, aku benar-benar ngerasain apa yang namanya indahnya jatuh cinta. Setelah mengobrol begitu lamanya, kami berpamitan, oiyah sekarang aku tau, dia pindah ke blok sebelah rumah aku. Aku jadi tetanggaan sama dia, senangnya :D. Kami lalu pergi ke rumah Mike untuk Mike kenalkan sama keluarganya yang sering dia ceritakan di chat ym ke aku.    

Mike pindah dari Jakarta ke Bandung, katanya sih papanya tugas kerja di Bandung. Dia tinggal sama keluarganya, yang barusan dia kenalin ke aku, Oom Anwar, Tante Rosa, dan adik perempuannya yang cantik, Mary. Mike sekolah di sekolah yang beda sama aku. Hari-hari berikutnya kujalani dengan senyuman yang menghiasi wajaku, menganggap bahwa semua hal buruk di dunia ini takkan berarti apa-apa bagiku, asal aku bisa liat wajah dia, wajah Mike setiap hari... 

Sekarang Mike sudah menjadi sahabatku yang selalu ada di sampingku tiap aku ada masalah, dia selalu ngehibur aku.Semuanya jadi indah, sampai pada suatu hari, dia cerita ke aku tentang seorang cewe yang udah ngebuat hati aku sedih. Mike suka sama cewe itu, dan akhirnya setelah 3 bulan PDKT atau pendekatan, mereka jadian.  

Aku ngga kuat kalo harus terus begini, aku harus ngomong sama Mike tentang perasaanku sebenarnya, sebelum aku dibuat gila sama perasaan cinta sama sahabat sendiri. Bahkan, sebelum kami sahabatan, cuma sebagai temen di dunia lain selain dunia nyata, yaitu dunia maya, yang ga pernah tatap muka sebelumnya, aku udah suka sama dia... Ya, kalo perasaan ini terus-menerus dipupuk kaya gini, apalagi dengan sikap baik bangetnya itu, sikap perhatian itu, aku ngga mungkin ngga cinta sama dia... Rasa cinta ini terus menerus tumbuh, semakin besar dan semakin besar. Kalau aku ngga ngomong, bukannya aku seneng, tapi malah tersiksa sama perasaan ini.  Sampai pada suatu sore yang cerah, saat kami sedang ngobrol di taman kompleks sambil menatap awan yang terus menerus bergerak, aku menceritakan semua tentang isi hatiku, apa yang aku rasakan sama dia, dari kapan perasaan itu muncul, dan berbagai macam kalimat lain yang gatau kenapa langsung meluncur dari lidahku. Aku juga heran kenapa dia ngga kaget sama apa yang aku katakan. 

Dia tetap tersenyum manis sambil mendengarkan aku bicara tentang perasaan terlarang ini. Setelah selesai semua beban di hatiku ini. "Mike, kok kamu malah senyum-senyum sih? Emang sih ceritaku tuh novel banget, tapi harus kamu tau, ini tuh kejadian sebenernya!", kataku. 

"Ngga kok, Kay, aku seneng kamu mau jujur sama aku, aku seneng kamu mau jadi the one yang mau tulus cinta sama aku... Ehm, sebenernya aku malu banget ngomong ini sebenernya. Aku juga suka sama kamu, Kay. Dari kita ketemu di chat ym, aku juga udah suka sama kamu, aku berusaha supaya jadi yang terbaik buat kamu. Tapi aku udah putus harapan, soalnya kamu tuh ngga ngasih respon ke aku", jelas Mike. 

"Hah? Kalau kamu juga suka sama aku, kenapa kamu jadian sama Lila? Kenapa kamu malah ngebuat hati aku tambah sakit, Mike setelah aku tau kejadian yang sebenarnya."  

"Sebenernya, Lila yang aku ceritain ke kamu itu, dia adik aku, aku cuma mau tau, apa kamu cemburu sama Lila atau ngga. Ternyata kamu cemburu yah, hehehe", canda Mike, tapi aku kira ini janggal dan ngga lucu! "Mike, bukannya adik kamu namanya Mary? Kok kamu ganti jadi Lila sih?", tanyaku penasaran.
"Yah, namanya kan Delila Mary Wijaya, nama belakangnya sama kaya aku: Michael Stefan Wijaya. Hehehe, maaf banget kalau aku udah bohongin kamu, Kayla." 

Mike membuat aku yang tadinya kesal bercampur senang merasa sedikit tenang.  

"Jadi?" kata Mike. "Jadi, apa aku boleh jadi cowo yang bisa ngelindungin kamu, Kay?", sederhana, tapi udah buat aku melambung tinggi, bagai terbang di atas awan. 

"Aku mau, Mike jadi cewe yang bisa ngertiin kamu", jawabku sambil tersenyum. Kami baru saja jadian dan aku sangat senang akan hal itu. Menikmati senja di dekat ayunan tempatku pertama bertemu dengan Mike, dengan suasana yang sama: langit senja berwarna merah keunguan membuat hatiku tentram. Ternyata, sahabat juga bisa jadi cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS